Iklan

Jumat, 14 Maret 2025, 12.24.00 WIB
ACEH SINGKILASTA CITADELIMA MAKMURJAGUNGKETAHANAN PANGAN

PT Delima Makmur Dukung Program ASTA CITA, Perkuat Produksi Jagung di Aceh Singkil

Iklan


Aceh Singkil – PT Delima Makmur bersama Polres Aceh Singkil menggelar gerakan penanaman jagung di wilayah kebun perusahaan sebagai bagian dari upaya mendukung program ASTA CITA Presiden RI H. Prabowo Subianto. Kegiatan ini berlangsung di Kebun Telaga Bakti (KTI), Kebun Napagaluh (KNG), dan Kebun Sintuban Makmur (KSM) pada Jumat (14/3/2025) sore.


Manajer Kebun Telaga Bakti (KTI), Afrizoni, mengatakan bahwa penanaman jagung ini merupakan bentuk dukungan terhadap swasembada pangan nasional. PT Delima Makmur bekerja sama dengan Polres Aceh Singkil untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui sektor pertanian, khususnya tanaman jagung.


"PT Delima Makmur berkomitmen untuk terus mendukung program ketahanan pangan ini. Bersama kepolisian, kami ingin menggerakkan swasembada jagung di wilayah perusahaan," ujar Afrizoni.


Sementara itu, Humas PT Delima Makmur, Husni Hasian Lubis, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan produksi jagung. Ia menekankan pentingnya pengelolaan yang tepat agar hasil panen maksimal dan dapat dikembangkan ke skala yang lebih luas.


"Ke depan, kami berencana memperluas areal penanaman jagung agar hasilnya lebih optimal dan bermanfaat bagi masyarakat serta industri pangan," kata Husni.


Kolaborasi antara PT Delima Makmur dan Polres Aceh Singkil diharapkan menjadi langkah konkret dalam pengembangan komoditas jagung di daerah ini. Dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program ini, sekaligus sebagai kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional.


Turut hadir dalam kegiatan ini Manajer KTI Afrizoni, Manajer KET Firman Syahputra, Manajer KNG Rahmat, serta perwakilan Polres Aceh Singkil, di antaranya KBO Sat Reskrim Arvan Gunawan SH dan Kanit Tipidter IPDA Sutrisno. Hadir pula Humas PT Delima Makmur Husni Hasian Lubis, serta staf humas Idham dan Adjafaruddin Pardosi.


Close Tutup Iklan